Senin, 15 Februari 2016

Makanan Khas Cirebon

Halooo... kali ini saya ingin share info seputar kuliner khas dari kota Cirebon. Siapa yg udh pernah ke Cirebon?? Udh nyobain makanan apa aja selama kalian disana??

Well buat kalian yg belum pernah ke Cirebon atau lagi berencana mau kesana, nih saya kasih bocoran beberapa info kulineran seru yang wajib kamu coba selama berada di Cirebon. Berhubung saya sendiri adalah orang asli dr Cirebon, so kayanya memang wajib banget utk mempromosikan kekayaan daerah sendiri hehehe...

Cirebon, selain terkenal dengan kerajinan batik, juga terkenal dengan beragam wisata kulinernya. Berikut adalah beberapa daftar menu kulineran khas Cirebon yang wajib kamu coba :
  1. Empal Gentong
  2. Nasi Lengko
  3. Nasi Jamblang
  4. Krupuk Melarat
  5. Krupuk Kulit (rambak)
  6. Docang
  7. Tahu Gejrot
  8. Serabi
  9. Mie Koclok
  10. Tahu Petis
  11. Sate Kalong
  12. Udang Rebon
  13. Tauco
Dan berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing menu diatas :

1. Empal Gentong

Merupakan makanan khas Cirebon yang berkuah santan, sekilas mirip dengan gulai. Karena warna kuah santannya yg sama-sama berwarna kuning. Tapi empal gentong berbeda dengan gulai. Isian yg digunakan untuk empal gentong ini adalah usus, babat dan daging sapi. Kemudian disajikan dengan dilengkapi kucai (mirip daun seledri) dan taburan bawang goreng sbg topingnya. Sambal yg digunakan untuk masakan ini adalah sambal bubuk yg terbuat dari cabai yg dikeringkan.

Empal gentong asli Cirebon dimasak dengan menggunakan kayu bakar (kayu dari pohon mangga) didalam gentong (periuk tanah liat). Hal inilah yg kemudian menyebabkan masakan ini dinamai 'Empal Gentong' karena dalam proses pemasakannya menggunakan gentong. Konon katanya, penggunaan gentong dan kayu bakar dalam proses pemasakannya ini sangat mempengaruhi rasa empal gentong tsb. Empal gentong yg dimasak secara tradisional dg menggunakan gentong dan kayu bakar akan terasa lebih nikmat dan lezat, jika dibandingkan dengan empal gentong yg dimasak dengan menggunakan panci dan kompor biasa.

Empal gentong ini biasanya dinikmati dengan sepiring nasi putih ataupun lontong. Untuk empal gentong yg dinikmati dengan lontong, biasanya penyajiannya adalah dg cara lontong tsb dipotong kecil2, lalu ditaruh didalam mangkok kemudian dicampur jd satu bersama kuah empal gentong.

Empal gentong biasanya juga dinikmati dengan krupuk kulit (rambak), sehingga makin menambah kenikmatan dan kelezatan dari masakan ini.

Photo by Wikipedia Indonesia
2. Nasi Lengko

Merupakan sajian menu masakan sederhana namun sangat sehat. Kaya akan serat dan protein, serta rendah kalori. Bahan-bahan yg digunakan untuk pembuatan nasi lengko adalah 100% non hewani. Berikut adalah bahan-bahan yg digunakan dalam pembuatan nasi lengko :
Nasi putih (lbh baik jika nasinya adalah nasi putih hangat / panas), tahu & tempe goreng, bawang goreng (sbg bahan untuk taburan nasi lengko), daun kucai yg dicincang kasar, ketimun mentah yg dicincang kasar, toge yg sudah direbus, bumbu kacang (mirip spt bumbu utk rujak. Rasa pedas atau tidak untuk bumbunya bs disesuaikan dg selera), kecap manis (biasanya kecap manis yg digunakan disini adalah kecap manis yg encer. Bukan kecap manis yg kental), krupuk aci putih (sbg pelengkap).

Untuk cara menikmati sajian nasi lengko ini adalah dengan cara, mengaduk semua bahan diatas sampai tercampur sempurna (kecuali krupuk aci putih. Biasanya krupuk ini dimakan terpisah dlm keadaan utuh, sehingga kerenyahan krupuknya tetap terasa dan terjaga).

Untuk menambah selera makan, biasanya nasi lengko ini juga bisa dilengkapi dengan sajian sate kambing. Sehingga cita rasa yg dihasilkan akan semakin nikmat dan lezat.

Photo by Wikipedia Indonesia
3. Nasi Jamblang

Penamaan 'Jamblang' pada masakan ini berasal dari nama daerah pembuatannya, yaitu daerah Jamblang (Kabupaten Cirebon). Ada yang unik dari masakan nasi jamblang ini, biasanya nasi putih yang disajikan dibungkus kecil-kecil (seukuran kepalan tangan) dengan menggunakan daun jati. Dan makanan yang dihidangkan akan ditaruh diatas daun jati / piring makan yg dialasi dengan daun jati. Konon katanya, penggunaan daun jati ini merupakan ciri khas dari nasi jamblang Cirebon sehingga menghasilkan cita rasa masakan yg unik, lezat dan nikmat. Selain itu, penggunaan daun jati ini bisa membuat nasi tetap pulen dan lezat walaupun sudah disimpan dalam waktu yg lama. Hal ini dikarenakan daun jati memiliki pori-pori yg bs membantu menjaga mempertahankan kualitas nasi.

Nasi jamblang disajikan dengan beragam pilihan lauk pauk, yang mana para pengunjung dipersilahkan untuk memilih sendiri lauk pauk yg tersedia di meja (prasmanan). Adapun lauk pauk wajib & khas yg ada di nasi jamblang adalah sambal khas nasi jamblang (dibuat dari cabe merah yg disisir kasar, bukan diulek), paru goreng, cumi dimasak hitam (orang cirebon menyebutnya 'blekutak'. Warna hitam pada masakan cumi didapat dari tinta cumi yg ikut dimasak), sate kentang, sambal goreng telur dll.

Walaupun nasi jamblang ini disajikan dengan beraneka ragam pilihan lauk pauk, tetapi harga jual nasi jamblang ini masih bisa dibilang relatif murah dan sangat terjangkau. Karena pada awal sejarahnya, menu masakan nasi jamblang ini diperuntukkan bagi para pekerja buruh kasar di pelabuhan dan para kuli angkut di Pekalipan (nama sebuah daerah di Cirebon - red).

Photo by Wikipedia Indonesia & Google Image
4. Krupuk Melarat

Krupuk melarat merupakan cemilan khas dari kota Cirebon. Dinamai melarat karena proses pembuatan krupuknya tidak digoreng dengan menggunakan minyak goreng, spt pembuatan krupuk pada umumnya. Akan tetapi, krupuk ini digoreng dengan menggunakan pasir yg sudah dibersihkan dahulu, melalui proses pengeringan dan penyaringan dengan cara diayak. Oleh sebab itulah krupuk ini diberi nama 'krupuk melarat' diambil dari kata melarat atau miskin, karena proses pembuatannya yg tidak menggunakan minyak goreng.

Krupuk ini berbahan dasar dari tepung tapioka. Dan biasanya krupuk ini memiliki  2 varian cita rasa, yaitu asin gurih dengan beraromakan bawang putih dan manis gurih. Krupuk ini umumnya berwarna warni, dijual dalam kantong plastik bening yg diikat tali plastik kemudian digantung didepan etalase toko / pasar.

Photo by Wikipedia Indonesia
5. Krupuk Kulit ( Rambak )

Merupakan bahan pelengkap dari sajian Empal Gentong. Rambak adalah kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau yang diolah dengan diberi bumbu rempah dan penambah rasa. Setelah mengalami proses perebusan dan pengeringan pada terik matahari sekitar 2-3 hari, kerupuk mentah yang kering ini siap digoreng menjadi kerupuk yang siap untuk dihidangkan.

Oleh-oleh krupuk kulit ini merupakan salah satu oleh-oleh khas Cirebon yang paling banyak diminati, baik oleh masyarakat lokal maupun para pendatang (wisatawan). Harga krupuk kulit ini relatif mahal, namun setelah kita menikmati kelezatan dan kerenyahan tak terkira dari krupuk ini, rasanya harga tsb adalah sangat pantas. Bagi anda penikmat jajanan atau cemilan, wajib untuk mencicipi krupuk ini jika anda berada di Cirebon.
Photo by Google Image, Liputan6.com
6. Docang

Docang berasal dari bahasa Cirebon singkatan dari dua kata yaitu; Bodo (baceman) dari oncom dage + Kacang Hijau yang dijadikan Toge. Docang merupakan perpaduan dari lontong, daun singkong, toge, dan kerupuk aci, yang berkolaborasi dengan sayur Oncom Dage/Oncom Gembos yang terbuat dari ampas tahu dicampur sedikit bungkil kacang tanah (sisa perasan dijadikan minyak) yang disebut gempa (yang dihancurkan) serta di kombinasikan dengan parutan kelapa muda.

Docang mempunyai cita rasa asin gurih dan sangat nikmat jika dinikmati selagi hangat / panas. Bagi penyuka pedas, bisa menambahkan sambal pada sajian docang ini. Harga seporsi docang sangat murah dan relatif terjangkau untuk semua kalangan. Biasanya docang dijadikan sebagai menu untuk sarapan pagi.
Photo by Wikipedia Indonesia

7. Tahu Gejrot


Satu lagi cemilan khas dari kota Cirebon, yaitu tahu gejrot. Merupakan cemilan yang terbuat dari tahu sumedang goreng lalu diberi kuah air gula aren yg sudah diberi bumbu penyedap. Tahu gejrot disajikan diatas piring tanah liat berukuran kecil. Saat dihidangkan, tahu dipotong kecil-kecil lalu diberi irisan cabai rawit hijau dan diberi ulekan bawang merah kasar. Cemilan tahu gejrot ini cocok dinikmati disegala suasana & harganya pun sangat terjangkau oleh semua kalangan. Maka tidak heran kalau cemilan ini menjadi favorit, baik bagi masyarakat lokal kota Cirebon maupun para pendatang / wisatawan.

Photo by dapurresepnusantara.blogspot
8. Serabi


Serabi khas Cirebon ini berbeda dengan surabi Bandung. Serabi khas Cirebon biasanya dinikmati dengan sajian gorengan tempe atau oncom.
Adonan serabi ini terbuat dari tepung beras, kemudian dimasak dengan menggunakan tungku khusus yg terbuat dari tanah liat. Kemudian dibakar menggunakan kayu bakar. Proses pembuatan yg masih tradisional ini membjat cita rasa serabi khas Cirebon memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dengan serabi dari daerah lainnya.

Serabi khas Cirebon biasanya memiliki 2 varian pilihan rasa, yaitu serabi putih polos (rasanya asin gurih) dan serabi merah (adonannya dicampur dengan gula aren, sehingga menghasilkan warna serabi yg merah kecoklatan. Serabi ini memiliki rasa manis gurih).

Namun seiring dengan berkembangnya zaman, kini serabi Cirebon hadir dengan kreasi beraneka toping yg membuat cita rasa serabi ini semakin lezat. Beberapa toping tab diantaranya adalah serabi oncom, serabi telur dan serabi tauco.

Photo by kulinerdicirebon.blogspot.com
9. Mie Koclok

Mie koclok yang terkenal di Cirebon adalah mie koclok mas Edy, yang berada didaerah Lawanggada. Mie koclok mas Edy ini sudah ada sejak tahun 1945. Uniknya nama mie koclok ini merupakan singkatan dari mie Khasnya Orang Cirebon yg paling OKe.

Mie koclok ini terdiri dari mie basah yang disiram dengan seduhan kaldu ayam, dan adonan tepung terigu maizena, garam, merica dan santan kental. Dilengkapi dengan irisan daun bawang, kol, tauge, irisan telur rebus, taburan bawang goreng dan suwiran ayam goreng. Sajian mie koclok ini akan semakin lezat jika dilengkapi dengan sambal cabai rawit rebus dan emping goreng.

Photo by wisatakuliner.com
10. Tahu Petis

Menurut sumber wikipedia "Petis artinya adalah komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah (biasanya dari pindangkupang, atau udang) yang dipanasi hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi cokelat pekat cenderung hitam dan rasanya manis."

Sama halnya dengan Petis Cirebon, Petis Cirebon merupakan olahan dari Udang rasanya cenderung agak manis dan gurih. Tahu yg digunakan untuk tahu petis adalah tahu kulit, pada umumnya bentuknya segitiga dan rasanya cukup asin karena ditaburi dengan garam. Tapi yang cukup mantap adalah Petis Udangnya, rasanya manis gurih dan terasa pedasnya. Bukan pedas yang membakar lidah tapi pedas yang mendorong selera makan. Jadi jangan khawatir bagi yang kurang suka pedas, petis ini cukup aman untuk di konsumsi. Rasanya kalau sudah makan tahu petis ini seperti tidak ingin berhenti apalagi apabila disajikan dalam keadaan hangat.

Photo by cirebonradio.com
11. Sate Kalong

Sate kalong adalah makanan khas Cirebon yang terbuat dari daging kerbau yang dihaluskan dengan cara ditumbuk. Rasanya manis, hampir mirip seperti dendeng. Disebut Sate Kalong karena penjual sate ini hanya keluar pada saat sore hari (seperti kalong yang keluar pada saat matahari hampir tenggelam) dan berjualan sepanjang malam. Ke khas-an penjualnya juga, mereka mengantungkan Genta (klenengan) sapi pada pikulannya. Sehingga bila mereka berjalan akan terdengar bunyi genta sapi itu.

Photo by kulinerdicirebon.blogspot.com
12. Udang Rebon

Istilah Rebon berarti udang kecil. Hal ini berkaitan  dengan asal muasal nama kota Cirebon, yang berasal dari kata cai (air) dan rebon (udang kecil). Dikarenakan faktor mata pencaharian utama masyarakat Cirebon adalah sebagai nelayan, mereka menangkap ikan, rebon (udang kecil) yg terdapat sepanjang pantai, membuat terasi, petis dan garam.

Dari istilah air bekas pembuatan terasi atau yang dalam bahasa Cirebon disebut (belendrang) yang terbuat dari sisa pengolahan udang rebon inilah berkembang sebutan cai-rebon (bahasa sunda : air rebon), yang kemudian menjadi cirebon. Dan kemudian istilah rebon untuk sebutan udang kecil menjadi ciri khas salah satu makanan khas Cirebon.

Biasanya udang rebon ini dinikmati dengan cara digoreng kering, lalu dinikmati bersama nasi putih pulen hangat. Udang rebon ini memiliki cita rasa gurih yang unik, berbeda dengan rasa udang pada umumnya. Udang rebon ini hanya bisa didapatkan disepanjang daerah panta Cirebon.

Photo by cybermed.cbn.net.id
13. Tauco

Satu lagi makanan khas Cirebon yang unik, yaitu tauco. Tauco terbuat dari ampas kecap. Yup, ampas kecap! Alias kacang kedelai sisa dari pembuatan atau pengolahan kecap. Ampas kecap ini bisa disulap menjadi olahan makanan lezat dan memiliki kandungan gizi yang masih lumayan tinggi. Menu olahan tauco atau ampas kecap ini awalnya sangat populer dikalangan masyarakat perkampungan Cirebon. Namun sekarang tauco sudah sangat populer diseluruh kalangan dan menjadi salah satu menu makanan favorit.

Tauco biasanya dimasak dengan cara yang sederhana, yaitu ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabai hijau, cabai merah, tomat, gula dan garam. Tauco  bisa dinikmati dengan nasi putih pulen hangat atau dijadikan sebagai lauk pelengkap lainnya.

Photo by cirebonkuliner.com

Demikianlah sedikit info kuliner khas kota Cirebon yang mungkin bisa dijadikan bahan referensi bagi kamu yang mau berkunjung ke kota Cirebon.

Terima kasih kepada narasumber Wikipedia Indonesia, kulinercirebon.com, cirebonmedia.com, resep mie koclok dari www.bango.co.id, cirebonkuliner.com dan lain-lain yang telah mendukung saya dalam pembuatan blog ini. Tulisan didalam blog saya ini bersifat non komersil dan bertujuan sebagai media informasi kepada khalayak luas, agar dunia luar bisa lebih mengetahui kekayaan yang dimiliki masing-masing daerah di Indonesia. Dan masing-masing daerah tsb bisa lebih maju karena kekayaan kuliner khas, kerajinan dll yang dimilikinya.

Senin, 01 Februari 2016

Pentingnya pola asuh anak yg baik dan benar 'sedari dini'

Siapa disini yg masih jomblo??? Siapa yg udh pacaran lama banget tp ga married2??? Siapa yg lg berkhayal pengen cepet2 married sm pasangannya & bs happy tiap hari krn udh bs deket2an mulu sm pasangannya???

Hmm.. well sptnya pertanyaan2 diatas tadi adalah hal yg sangat lumrah dialami oleh setiap orang, khususnya para abg yg msh mabuk kepayang sm yg namanya cinta-cintaan. Atau para pasangan muda mudi yg lg terbang tinggi diatas awan, gara2 kepanah asmara. Gw pun dulu waktu msh muda (haiss ketauan dah tuanya gw), sering bgt berandai-andai spt itu.

Lg anget-angetnya pacaran (wlpn msh cinta monyet), udh ngayal "enak kali ya kl nikah... kan tiap hari jd bs sama2.. kan jd bs sayang2an trs.. kan jd ga kangen lg, dsb.."

Abg yg punya pikiran begitu salah? Ga kok menurut gw.

Abg yg doyan pacaran n kepengen buru2 nikah, berarti abg 'gatel' ?
Haduuhh sempit amat pak, bu.. pikiran anda. Emangnya kalian ga pernah ngerasain pernah muda ya? Emangnya dulu waktu kalian muda ngapain aja? Kasian amat sih hidup kalian, sama anak sendiri kok ga percaya... Sama anaknya sendiri kok msh curigaan.. Anaknya sendiri kok dijudge yg macem-macem..

Dari dulu gw punya jalan pikiran yg selalu berbeda sm keluarga gw. Terutama nyokap & kakak perempuan gw satu-satunya. Gw selalu terlihat dan terasa 'nakal' dimata mereka, krn gw termasuk anak yg ga bs gitu aja nurut dg apa yg dibilang mereka (bahasa kasarnya 'tukang bangkang' lah - red). Gw paling ga suka didikte. Gw selalu mau menjadi diri gw sendiri, tanpa pernah peduli orang lain menganggap apa (termasuk nyokap & kk gw). Gw cm pengen mereka bs liat gw apa adanya gw secara utuh. Gw yg berbeda, gw yg unik.

Namun, krn sdh terlalu lama kebebasan berekspresi gw dikekang sm keluarga. Akhirnya gw tumbuh jd seseorang dg jiwa yg cenderung tertutup dan ga pede utk melakukan seusatu. Takut salah lah.. Takut dianggap ga bagus lah.. Takut dibilang aneh lah, dsb.. Dan as you know, yg namanya ortu ga bakalan bs disalahin. Jd dengan kondisi gw yg sdh terbentuk sekarang spt ini, disyukuri & dijalani aja.

Ok, back to topic pembicaraan kita di awal.. perkembangan zaman sekarang udh makin gila-gilaan. Teknologi & ilmu pendidikam udh semakin maju. Anak2 zaman sekarang pun tumbuh sangat berbeda dg anak2 di zaman gw dulu. Dr segi fisik aja udh beda banget. Anak zaman sekarang postur badannya tinggi-tinggi, umur msh kecil tp udh bongsor banget (gw berasa cebol kl berdiri didkt mereka). Selain itu, anak zaman sekarang udh pinter-pinter, udh canggih. Masih balita aja udh bisa mainan internet & ngutak ngatik gadget. Anak masih segede2 piyik aja udh jago ngomong bahasa inggris. Punya bakat inilah.. itulah.. wah pokoknya keren deh.

So, cara berpikir mereka pun udh ga bs disamain sm anak zaman dulu (zamannya gw - red). Treatment yg diberikan utk anak2 zaman sekarang pun udh ga bs disamain kaya anak zaman dulu. Kenapa?

Karena anak2 zaman sekarang kritis & cerdas. Rasa ingin tahunya yg besar, mendorong mereka utk bertanya ini dan itu kpd ortu. Akan tetapi jika mereka mendapat jawaban dr ortunya yg dianggap 'tidak sreg' di hati mereka, maka mereka cenderung mencari jawabannya diluar lingkungan rmh. Bisa mencari tahu melalui internet, teman-temannya dsb.

Anak2 zaman sekarang pun ga bs lg didikte. Karena imajinasi dan daya berpikir mereka sdh jauh diatas kita. Mereka sdh tau apa yg mereka mau & mereka tau apa yg harus mereka lakukan. Mereka hanya butuh support dr orang tuanya, agar mimpi dan cita-cita mereka bs terwujud.

Anak2 zaman sekarang pun ga bs lg dilarang, diatur ga boleh begini.. ga boleh begitu. Semakin mereka dilarang, semakin mereka penasaran dan akan coba untuk melakukan hal yg dilarang tsb secara sembunyi-sembunyi (main belakang - red). Yang perlu dilakukan thdp anak2 zaman sekarang adalah bukan melarang. Melainkan hrs diberi pengertian dan pemahaman dg bahasa penyampaian yg baik & santai (sesuai usia mereka), agar 'pesan' yg ingin kita sampaikan bs diterima dg baik oleh anak2 kita. Berikan jg mereka kepercayaan atas apa yg hendak mereka lakukan. Kita tdk perlu memegang erat tangan mereka demi mengawasi setialp gerak geriknya. Dengan sistem spt 'layangan' yg hrs tau kapan tarik dan ulur, anak2 kita akan ttp aman dijalan yg mereka pilih kok.

So, apa hubungannya deskripsi gw yg panjang lebar ini dg tulisan kalimat pembuka diawal paragraf?

Sebenernya gw cm mau sharing pandangan gw terhadap pilihan dan pandangan hidup anak2 zaman sekarang. Krn gw jg pernah ngerasain ada di posisi mereka. Karena gw sangat bs memaklumi gejolak jiwa muda didlm diri mereka itu spt apa. Sebenernya mereka ttp bs tumbuh dan berkembang jd orang sukses, yg sehat fisik dan mental. Asalkan mereka mendapatkan dukungan, bimbingan dan kepercayaan dr orang2 disekelilingnya. Apapun yg mereka pilih, asalkan positif, tdk perlu kita langsung menjudge pilihanya. Ada baiknya sbg orang tua bs lebih 'membuka mata' dan 'telinga' thdp apa yg dibutuhkan atau dinginkan anak-anaknya.

Termasuk misalnya dg pilihan menikah muda dr anak2 zaman sekarang. Menurut gw pilihan mereka ga ada yg salah, asal... mereka sdh sama2 matang secara mental dan emosional, sdh siap lahir dan batin, dan yg ga kalah penting.. sdh siap secara finansial. Krn menikah bkn perkara happy2 spt waktu pacaran aja. Menikah itu perjanjian utk sehidup semati dihadapan Tuhan dan para Malaikatnya. Menikah itu tdk selamanya akan happy dan semulus aspal dijalan tol. Ibarat piring dan gelas yg ditaruh didalam satu lemari piring, pasti mereka akan bersentuhan dan akan menimbulkan 'bunyi.' Nah bunyi itulah yg hrs dijaga dan diwaspadai, agar tdk menjadi bunyi yg terlalu nyaring. Atau bahkan bs membuat salah satunya 'pecah' krn terlalu keras bersentuhan.

Anak-anak kita itu bkn properti. Mereka itu manusia jg, sama spt kita. Mereka bs kita ajak komunikasi. Komunikasi 2 arah dan adanya 'bahasa' yg santai, menurut gw akan jd senjata ampuh utk menasehati anak2 kita. Dibanding menasehati dg gaya mendikte, berteriak, mengancam dsb. Karena faktor 'pola asuh anak' yg benar sedari dini, akan sangat berpengaruh thdp pertumbuhan mental dan karakter si anak ketika dewasa nanti.