Tidak ada batasan utk seorang manusia dalam hal mempelajari suatu kebaikan. Tidak pernah ada kata terlambat utk belajar. Tidak ada batasan umur untuk mulai mempelajari suatu hal yg baru dan bermanfaat. Kapanpun, dimanapun, siapapun, kita semua punya hak yg sama untuk bisa belajar. Supaya bisa memperbaiki kualitas diri kita dari hari ke hari, supaya menjadi pribadi yg lebih baik dan lebih bermanfaat. Bermanfaat bagi diri kita sendiri, bagi keluarga, bagi kerabat, sanak saudara, dan juga seluruh orang-orang yg ada di sekeliling kita.
Ikhlas dan sabar sepertinya kata yg sudah sering kita dengar. Dan rasanya dua kata tersebut terdengar begitu sederhana. Tapi sesungguhnya, utk belajar bisa menjadi manusia yg ikhlas dan sabar yg seutuhnya, itu tidaklah mudah. Sabar dan ikhlas adalah dua kata sederhana namun sangag berat mengamalkannya. Apalagi ditunjang dengan ego dan emosi kita sebagai manusia yg tidak stabil, atau bahkan mungkin bisa dibilang sering meletup-letup.
Lalu apa kaitannya pembicaraan saya mengenai sabar dan ikhlas disini?
Saat ini saya sedang teringat dengan perjalanan jatuh bangun saya dalam berkarir di dunia modelling. Dulu waktu awal-awal saya membangun karir ini, Allah mempertemukan saya dengan orang-orang hebat dan senior-senior di bidangnya. Dari mulai artis, fotografer, model, sutradara, bintang iklan dan lain sebagainya. Saat saya mendapat kesempatan untuk dipertemukan dengan mereka semua, ribuan syukur saya panjatkan. Karena saya berharap, pertemuan saya dengan mereka bisa menjadi "link" pembuka jalan selanjutnya didalam karir saya kelak. Saya selalu berpositif thinking terhadap orang-orang hebat tersebut, karena saya berusaha menghormati mereka. Karena saya berusaha sadar diri, bahwa saya bukanlah siapa-siapa. Saya masih perlu banyak belajar dan mendapat banyak bimbingan dr mereka. Oleh sebab itulah, apapun yg mereka lakukan (walaupun terkadang sikap mereka buruk), saya tetap berusaha maklum dan mengerti.
Sampai suatu saat, datanglah tawaran dr seorang fotografer ternama untuk melakukan test shoot dengan saya. Saat itu berjuta pujian dilayangkan sang fotografer pada saya. Beliau berkata, saya memiliki potensi dan beliau yakin suatu saat saya pasti akan menjadi bintang yg bersinar paling terang. Dan karena alasan itu pula, beliau berkenan mengajak saya untuk melakukan test shoot. Mendapat tawaran itu, hati saya berbunga-bunga. Saya berharap mungkin inilah jalannya saya bs membuka jalan karir saya. Maka saya pun dengan suka cita menyambut tawaran sang fotografer tersebut.
Saat itu sang fotografer berjanji akan memberikan hasil fotonya untuk saya. Dan dia memperbolehkan saya menggunakan hasil fotonya tersebut untuk dijadikan portofolio saya. Oleh sebab itulah, saya sangat bersemangat melakukan photoshoot tersebut. Seharian penuh saya melakukan photoshoot. Lelah sudah tidak saya rasakan. Yang ada dalam pikiran saya hanyalah melakukan yg terbaik, yg bs saya lakukan. Agar hasil fotonya jg bagus dan bs saya pergunakan untuk portofolio saya. Saya berusaha tidak mengeluh sedikitpun saat melakukan photoshoot yg melelahkan dan lama ini, walaupun saya tidak dibayar sepeserpun. Karena saya yakin, janji sang fotografer akan memberikan hasil fotonya nanti, tidak akan ingkar.
Tetapi, janji tinggal janji. Photoshoot telah selesai. Dan waktu itu pun sudah berlalu bertahun-tahun yg lalu. Tp foto yg dijanjikan oleh sang fotografer tidak kunjung diberikan kepada saya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, foto saya dimasukan kedalam website sang fotografer itu tanpa seijin saya. Padahal seharusnya, siapapun yg hendak menggunakan foto saya untuk kebutuhan komersil maupun non komersil, wajib memohon ijin terlebih dahulu dengan saya. Karena itu sama saja telah merugikan saya. Sang fotografer tersebut sudah melanggar janjinya bahkan dia telah mengambil hak saya dan mengabaikan kewajibannya untuk memohon ijin pada saya.
Saat itu yg saya rasakan adalah campur aduk. Sedih, kecewa, marah, merasa ditipu mentah-mentah. Sedih sekali rasanya, apa karena saya bukan model terkenal lantas orang boleh mempermainkan saya begitu saja?? Apa karena saya ini orang baru didunia entertainment, lantas orang bisa seenaknya menginjak-injak hak saya?? Hanya air mata dan semua keluh kesah kuadukan pada Sang Maha Kuasa. Kuyakin DIA tidak akan diam. Kuyakin DIA Maha Adil. Kuyakin DIA akan memberikan hadiah indah untukku suatu hari nanti, jika aku bisa ikhlas dan sabar atas cobaan ini.
Dan sekarang semuanya terbukti... Aku bs berdiri disini sekarang, sebagai seorang Wulan Kalea. Seorang Model dan Talent profesional. Yang alhamdulillah sudah banyak orang yg tahu akan kredibilitas kinerjaku. Bahkan sang fotografer tersebut pun masih memantau perkembangan karirku dan sering berkomentar atas hasil-hasil kerjaku.
Disini aku akhirnya aku sangat mengerti. Betapa kekuatan sabar dan ikhlas itu sangat besar. Walaupun sangat sulit untuk melakukanny, tapi selama kita ada tekad dan kemauan untuk berusaha bersabar dan ikhlas atas takdir Allah. InsyaAllah Allah akan mengganjar kita dengan nikmat yg tak terkira dan tidak pernah diduga-duga. Tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah sudah berkehendak, kita bs menjadi apapun dengan mudahnya. Kesuksesan kita bukan terletak ditangan manusia. Tapi kesuksesan kita didapat berkat usaha kerja keras kita sendiri dan yang paling penting, sukses kita didapat berkat ijin dan restu dr Allah SWT.
Sabar... Ikhlas saat menghadapi apapun, kendalikan emosi, kendalikan jiwa... Jadikan diri kita ini setenang hembusan angin pagi yg menyejukkan siapa saja. Bukan seperti angin topan yg bisa merugikan banyak pihak dan menimbulkan bencana karena kekacauan yg sudah ditimbulkannya. Belajar sabar dan ikhlas, latihlah terus.. walapun saya tau, ini sangat sulit.. Tapi sulit itu bukan berarti tidak bisa, hanya saja perlu usaha lebih keras lg untuk melakukannya.
Lalu apa kaitannya pembicaraan saya mengenai sabar dan ikhlas disini?
Saat ini saya sedang teringat dengan perjalanan jatuh bangun saya dalam berkarir di dunia modelling. Dulu waktu awal-awal saya membangun karir ini, Allah mempertemukan saya dengan orang-orang hebat dan senior-senior di bidangnya. Dari mulai artis, fotografer, model, sutradara, bintang iklan dan lain sebagainya. Saat saya mendapat kesempatan untuk dipertemukan dengan mereka semua, ribuan syukur saya panjatkan. Karena saya berharap, pertemuan saya dengan mereka bisa menjadi "link" pembuka jalan selanjutnya didalam karir saya kelak. Saya selalu berpositif thinking terhadap orang-orang hebat tersebut, karena saya berusaha menghormati mereka. Karena saya berusaha sadar diri, bahwa saya bukanlah siapa-siapa. Saya masih perlu banyak belajar dan mendapat banyak bimbingan dr mereka. Oleh sebab itulah, apapun yg mereka lakukan (walaupun terkadang sikap mereka buruk), saya tetap berusaha maklum dan mengerti.
Sampai suatu saat, datanglah tawaran dr seorang fotografer ternama untuk melakukan test shoot dengan saya. Saat itu berjuta pujian dilayangkan sang fotografer pada saya. Beliau berkata, saya memiliki potensi dan beliau yakin suatu saat saya pasti akan menjadi bintang yg bersinar paling terang. Dan karena alasan itu pula, beliau berkenan mengajak saya untuk melakukan test shoot. Mendapat tawaran itu, hati saya berbunga-bunga. Saya berharap mungkin inilah jalannya saya bs membuka jalan karir saya. Maka saya pun dengan suka cita menyambut tawaran sang fotografer tersebut.
Saat itu sang fotografer berjanji akan memberikan hasil fotonya untuk saya. Dan dia memperbolehkan saya menggunakan hasil fotonya tersebut untuk dijadikan portofolio saya. Oleh sebab itulah, saya sangat bersemangat melakukan photoshoot tersebut. Seharian penuh saya melakukan photoshoot. Lelah sudah tidak saya rasakan. Yang ada dalam pikiran saya hanyalah melakukan yg terbaik, yg bs saya lakukan. Agar hasil fotonya jg bagus dan bs saya pergunakan untuk portofolio saya. Saya berusaha tidak mengeluh sedikitpun saat melakukan photoshoot yg melelahkan dan lama ini, walaupun saya tidak dibayar sepeserpun. Karena saya yakin, janji sang fotografer akan memberikan hasil fotonya nanti, tidak akan ingkar.
Tetapi, janji tinggal janji. Photoshoot telah selesai. Dan waktu itu pun sudah berlalu bertahun-tahun yg lalu. Tp foto yg dijanjikan oleh sang fotografer tidak kunjung diberikan kepada saya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, foto saya dimasukan kedalam website sang fotografer itu tanpa seijin saya. Padahal seharusnya, siapapun yg hendak menggunakan foto saya untuk kebutuhan komersil maupun non komersil, wajib memohon ijin terlebih dahulu dengan saya. Karena itu sama saja telah merugikan saya. Sang fotografer tersebut sudah melanggar janjinya bahkan dia telah mengambil hak saya dan mengabaikan kewajibannya untuk memohon ijin pada saya.
Saat itu yg saya rasakan adalah campur aduk. Sedih, kecewa, marah, merasa ditipu mentah-mentah. Sedih sekali rasanya, apa karena saya bukan model terkenal lantas orang boleh mempermainkan saya begitu saja?? Apa karena saya ini orang baru didunia entertainment, lantas orang bisa seenaknya menginjak-injak hak saya?? Hanya air mata dan semua keluh kesah kuadukan pada Sang Maha Kuasa. Kuyakin DIA tidak akan diam. Kuyakin DIA Maha Adil. Kuyakin DIA akan memberikan hadiah indah untukku suatu hari nanti, jika aku bisa ikhlas dan sabar atas cobaan ini.
Dan sekarang semuanya terbukti... Aku bs berdiri disini sekarang, sebagai seorang Wulan Kalea. Seorang Model dan Talent profesional. Yang alhamdulillah sudah banyak orang yg tahu akan kredibilitas kinerjaku. Bahkan sang fotografer tersebut pun masih memantau perkembangan karirku dan sering berkomentar atas hasil-hasil kerjaku.
Disini aku akhirnya aku sangat mengerti. Betapa kekuatan sabar dan ikhlas itu sangat besar. Walaupun sangat sulit untuk melakukanny, tapi selama kita ada tekad dan kemauan untuk berusaha bersabar dan ikhlas atas takdir Allah. InsyaAllah Allah akan mengganjar kita dengan nikmat yg tak terkira dan tidak pernah diduga-duga. Tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah sudah berkehendak, kita bs menjadi apapun dengan mudahnya. Kesuksesan kita bukan terletak ditangan manusia. Tapi kesuksesan kita didapat berkat usaha kerja keras kita sendiri dan yang paling penting, sukses kita didapat berkat ijin dan restu dr Allah SWT.
Sabar... Ikhlas saat menghadapi apapun, kendalikan emosi, kendalikan jiwa... Jadikan diri kita ini setenang hembusan angin pagi yg menyejukkan siapa saja. Bukan seperti angin topan yg bisa merugikan banyak pihak dan menimbulkan bencana karena kekacauan yg sudah ditimbulkannya. Belajar sabar dan ikhlas, latihlah terus.. walapun saya tau, ini sangat sulit.. Tapi sulit itu bukan berarti tidak bisa, hanya saja perlu usaha lebih keras lg untuk melakukannya.